Bonjour! Ada
yang penasaran kah bagaimana kami, para mahasiswa baru ITB menjalani OSKM hari
keenam?
Pada tanggal 23 Agustus 2013, kami berkumpul pukul 05.50 di
depan perpustakaan untuk segera dimobilisasi ke Saraga. Setelah diatur untuk
berbaris dua banjar kamipun berangkat menuju Saraga lengkap dengan spek, jamal,
dan segala spek-spek kami melalui tunnel yang menghubungkan ITB dengan
Saraga.
Begitu sampai Saraga, kami segera masuk ke kelompok
masing-masing sambil menunggu teman-teman yang lain sampai ke lapangan olahraga
tersebut. Tiba-tiba kami diminta untuk menutup mata dan telinga oleh dua kakak
MC yang merupakan senior kami di ITB. Biasanya ketika diminta untuk melakukan
demikian maka acara sudah akan dimulai. Benar saja, begitu kami membuka mata
sudah berdiri 5 kakak panitia. Kakak-kakak itu menyuarakan seruntunan syair yang
berujung pada pernyataan-pernyataan bahwa mereka kecewa melihat sikap-sikap
teledor kami sepanjang berlangsungnya oskm, terutama ketika dilakukannya
pemeriksaan spek dan ada spek-spek yang kebanyakan dari kami tidak membawa. Rupanya
kelima kakak itu bukanlah panitia OSKM 2013 melainkan anggota LSS ITB, yaitu
sebuah unit kebudayaan Sunda di ITB! Kami langsung tertawa lega walaupun sudah
dikerjai sebegitu rupa. Merekapun langsung mengajak kami untuk ‘senam’ ala LSS
yang ternyata membangun semangat kami setelah sebelumnya sempat down karena sudah disindir-sindir.
Setelah puas bergoyang dan bergerak, tiba saatnya untuk kami
melakukan sebuah kegiatan yang tampaknya menjadi sebuah tradisi setiap kali
OSKM berlangsung. Setiap peserta OSKM 2013 bekerja sama untuk membentuk kata ‘#
untuk indonesia’ di lapangan saraga. Dengan bantuan dan kerja keras para
penanggung jawab tiap kelompok, maka ‘# untuk indonesia’pun berhasil dibentuk!
Kedua kakak MC memandu kita untuk melakukan body wave (semoga saja
direkam oleh kakak-kakak seksi dokumentasi ya untuk kenang-kenangan ;] ) sambil
menyerukan ‘ITB!’ dan setelah itu kami kembali dipandu untuk melakukan salam
ganesha. Dan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras kami, kakak-kakak taplok
menampilkan yel-yel mereka yang keren abis! Terimakasih ya kak :D
Salam Ganesha! Bakti kami, untukMu, Tuhan, Bangsa, dan Almamater! Merdeka!
Kurang lebih pukul 09.00 kami kembali dimobilisasi menuju
gedung sabuga, tempat kami akan mengadakan acara-acara selanjutnya sampai kami
pulang. Acara pertama merupakan sebuah presentasi dari L3K yang merupakan badan
di ITB yang bertugas untuk memastikan keamanan, kesehatan, dan keselamatan
lingkungan di ITB berlangsung dengan lancar aman sentosa. Dari sana kami
banyak diberi berbagai tips dan trik supaya kami bisa menjadi mahasiswa yang
baik budiman dan sejahtera, pokoknya segala hal yang perlu diketahui mahasiswa
baru.
Setelah
presentasi dari K3L selesai, salah satu acara utama yang kami nanti-nanti mulai
juga yaitu presentasi unit-unit di ITB! Ternyata ITB bukan hanya sebuah
lingkungan yang hanya mengembangkan potensi akademik mahasiswa-mahasiswanya,
namun talenta dan hobi kitapun dapat disalurkan melalui komunitas-komunitas
yang disebut juga unit (mungkin setara dengan ekstrakulikuler jika kita masih
duduk di bangku sekolah). Dan tidak tanggung-tanggung, ITB memiliki 80 unit
yang mencakup berbagai macam aspek! Tiap-tiap perwakilan dari unit maju ke
panggung dan menampilkan dan mempresentasikan unit masing-masing dalam waktu
yang singkat.
Unit-unit di ITB
dibagi menjadi enam rumpun, yaitu rumpun agama (PMK, KMK, KMH, KMB, Gamais),
rumpun keilmuan (Majalah Ganesha ITB, KSEP, dst.), rumpun pendidikan (LFM ITB,
Pramuka ITB, Ugreen ITB, dst.), rumpun seni dan budaya (UKJ, UKB, LSS, PSM ITB,
KPA ITB, MBWG, dst.), rumpun media (Ganesha tv, Pres mahasiswa ITB, Radio ITB,
dst.), dan yang terakhir rumpun olahraga dan kesehatan (Taekwondo, Basket, Nautika,
Kendo, Kempo, dst.). Nah, terdengar menarik dan beragam bukan? Saya sendiri
ingin bergabungn dengan LFM ITB, Liga Film Mahasiswa :D
Sebelum menlanjutkan ke acara selanjutnya, para mahasiswa
dimobilisasi untuk melakukan ishoma dan mentoring agama sesuai dengan agama
masing-masing. Kurang lebih pukul 13.00 kami kembali ke dalam gedung Sabuga dan
disambut oleh band dari unit Apres yang menyajikan lantunan lagu yang patut
diancungi jempol. Tak lama kemudian, pembicara-pembiacara untuk seminar OSKM
2013 yang ditunggu-tunggupun datang; menteri perdagangan Pak Gita Wirjawan, Tim
Wanadri, Ibu Tri Mumpuni, dan Pak Saska dari Riset Indie. Dan lebih istimewanya
lagi seminar ini dimoderatori oleh Kak Maria Selena, Putri Indonesia 2011 yang
merupakan alumni SBM ITB.
Sungguh sebuah kesempatan yang langka untuk mendengar Pak
Gita Wirjawan sharing dan memotivasi kita secara langsung. Beliau
mengingatkan kami sebagai mahasiswa dan anak bangsa memiliki tugas untuk
memajukan Indonesia dalam segala aspek terutama perekonomian dengan menggunakan
kearifan lokal yang dimiliki Indonesia. “If you want it, you’ll get it!” ucap
Pak Gita dengan semangat.
Setelah itu sesipun dilanjut dengan sebuah presentasi dari
tim Wanadri. Wanadri adalah sebuah organisasi yang bergerak di alam bebas.
Salah satu anggotanya merupakan mahasiswa ITB sendiri, yaitu Kak Indra Hidayat
yang sekaligus membawakan presentasi tersebut. Kak Indra mengajak kami untuk
semakin cinta tanah air, karena Indonesia ini memiliki keragaman alam dan juga
keragaman budaya. Maka sebagai warga negara yang baik, sudah menjadi sebuah
kewajiban untuk berbakti dan mencintai negaranya sendiri.
Sesi ketiga dibawakan oleh Ibu Tri Mumpuni. Ibu Tri Mumpuni
ini bisa dibilang adalah seorang pahlawan bagi Indonesia karena beliau adalah
pemeberdaya listrik di lebih dari 60 daerah terpencil di Indonesia. Ibu Tri
mengutarakan bahwa dia berharap kami sebagai muda-mudi bangsa mau berkontribusi
dalam membuat keadaan di Indonesia semakin maju dengan menggunakan akal,
logikam, dan empati.
Akhirnya Kak Saska dari Riset Indie mendapat gilirannya. CEO
dari Riset Indie ini menghimbau para mahasiswa baru agar dapat mengembangkan
hardskill dan softskill kita dari kuliah dan organisasi-organisasi kampus agar
kita bisa menjadi sukses untuk kedepannya. Beliau juga mengingatkan agar kita
punya bayangan akan apa yang kita ingin lakukan dimasa depan, dan visi kita
itupun harus suatu hal yang dapat membawa kebaikan bagi Indonesia.
Acarapun selesai dan kami dimobilisasi menuju kelompok
masing-masing di luar gedung Sabuga setelah melakukan sholat. Sesudah briefing
kelompok untuk esok harinya, kamipun pulang dan istirahat di rumah masing-masing. Walaupun lelah, namun hari keenam OSKM berlangsung dengan lancar dan menarik, dan memberi kami, para maba-maba bekal untuk kuliah nanti. Terimakasih rekan-rekan ITB 2013 dan terutama taplok kelompok 122 dan panitia-panitia OSKM 2013 yang sudah bekerja keras!
Andria Priscilla Langi
19913107
SAPPK


Tidak ada komentar:
Posting Komentar