Jumat, 23 Agustus 2013

RESUME ACARA 23 AGUSTUS 2013




Sebelum acara seminar hari ini,  unit-unit di ITB memperkenalkan secara singkat mengenai kegiatannya kepada mahasiswa baru sebelum diselenggarakannya OHU   pada tanggal 1 September 2013. Unit-unit yang ada di ITB sendiri terbagi atas  unit keagamaan, unit rumpun keilmuan, unit pendidikan, unit seni dan budaya, media  serta unit olahraga. Jumlah unit seluruhnya sebesar 80 unit dan masih berjalan sampai sekarang.

Setiap unit memiliki keunggulan akan kegiatan dan dasar organisasi yang berbeda. Dimulai dari unit keagamaan yang terbagi atas agama-agama yang dianut masyrakat Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu. Unit rumpun keilmuan berputar tentang kegiatan bidang keilmuan seperti ilmu ekonomi, seni menulis suatu majalah, dll. Sedangkan unit rumpun pendidikan mengajak mahasiswa yang berminat di bidang robotika, kesehatan, student exchange, go green, dsb. Total unit yang bergerak di bawah rumpun pendidikan sebanyak 13 unit. Unit pendidikan juga telah banyak menghasilkan prestasi dengan mengikuti lomba-lomba skala nasional maupun internasional.

Kampus ITB juga menyediakan unit mngenai budaya dan kesenian. ITB mendukung mahasiswa  dalam melestarikan budaya Indonesia dan dapat dilihat dengan adanya unit budaya lokal sebanyak 19 buah dari 28 unit kebudayaan.  Oleh karena itu, ITB merupakan salah satu universitas yang memiliki unit kebudayaan Tanah Air terbanyak di seluruh Indonesia. Selain budaya, unit media tersedia sebanyak 5 unit dan ITB memiliki 2 saluran radio yang bisa didengar dalam mengisi waktu bosan para mahasiswa ITB.

Terakhir, unit terbanyak di ITB adalah unit dalam bidang olahraga. ITB memiliki 25 unit cabang olahraga. Unit tersebut mencakup olahraga yang tidak terlalu menghasilkan keringat seperti catur sampai olahraga yang berasal dari Jepang seperti aikido. Sebagian besar unit olahraga ITB berpusat di daerah SABUGA, berbeda dengan golongan unit lainnya yang bertempat di Sanken ITB.



By : Ariadne Prawita (16213004)- SF'13 



SEMINAR SESI 1
Pembicara : Menteri Perdangangan RI, Bapak Gita Wirjawan

Salah satu hadiah yang diberikan oleh OSKM 2013 adalah diadakannya seminar yang langsung disampaikan oleh Bapak Menteri Perdagangan RI. Walau adanya keterlambatan waktu karena Beliau sibuk dan berangkat langsung dari pertemuan dengan Pak Presiden, itu tidak menghalangi Beliau untuk tetap semangat dalam mengisi seminar untuk maba 2013. Beliau menekankan adanya kemerdekaan Indonesia dapat dipertahankan jika kita para mahasiswa memperjuangkannya.  Mahasiswa ITB sebagai juara untuk masa depan Indonesia.  Beliau juga mengungkapkan betapa besarnya peluang Indonesia untuk maju jika pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu naik setiap tahunnya walaupun hanya 6%. Beliau juga mengingatkan pertumbuhan Indonesia akan benar-benar terasa jika adanya pemerataan pembangunan dan juga pelestarian kearifan local Indonesia. Seperti yang kita ketahui, pembangunan Tanah Air kita ini hanya berpusat pada daerah Jawa dan masih banyak daerah di Indonesia yang masih mengalami penderitaan karena kurangnya prasarana yang tidak terpenuhi.
Akhir kata Pak Gita selaku orang yang berperan penting dalam membangun Indonesia berisikan tentang sebagai mahasiswa kita harus menjadi produktif dan proaktif dan jadilah “Garuda” .



SEMINAR SESI 2
Pembicara : Wanadri
Dalam sesi singkat ini, kakak-kakak Wanadri mengingatkan para mahasiswa untuk melestarikan dan mengeksplore kekayaan alam yang dimiliki negara tercinta. Dimulai dari pengetahuan dasar yang harus kami ketahui tentang negara Indonesia adalah negara bahari karena 70% perairan. Kekayaan hayati yang beragam karena Indonesia berbatasan dengan banyak daerah. Jumlah pulau-pulau Indonesia yang tercatat sekarang ternyata telah bertambah menjadi kurang lebih 17000 pulau. Kakak Wanadri juga menekankan banyaknya daerah Indonesia yang masih belum terjemah oleh tangan manusia. Banyaknya kebudayaan yang telah tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pesan terakhir mereka pada kami sebagai mahasiswa adalah harusnya ada “Trend Budaya Baru”  yang harus didukung dengan kesadaran diri, kesadaran akan lingkkungan dan kesadaran akan tujuan yang akan kita raih.


SEMINAR SESI 3
Pembicara : Ibu Tri
Sesi ketiga diisi oleh salah satu wanita yang sangat peduli akan rakyat Indonesia yang masih belum merasakan fasilitas listrik. Beliau telah membangun 60 daerah agar daerah tersebut memiliki pasokan listrik. Beliau juga menekankan dalam bertindak manusia haruslah memiliki logika dan empati sebagai simbol dari pengetahuan dan perasaan manusia. Banyaknya masyarakat yang memiliki intelektual rendah disebabkan masalah ekonomi. Beliau membagi beberapa foto dengan anak-anak kampong yang masih berusaha keras dalam belajar karena ketidakadaan pasokan listrik . beliau mengambil foto-foto tersebut saat sedang bekerja di daerah itu dan beliau sangat prihatin akan nasibnya pendidikan generasi muda Indonesia.
‘Setiap orang adalah unik’, papar Bu Tri dengan tegas dan jelas. Beliau mengharapkan adanya tindakan ke depan kami setelah lulus dalam membantu memajukan negara Indonesia walau dengan cara yang berbeda-beda.


SEMINAR SESI 4
Pembicara : Kak Saska

Sebagai salah satu alumi ITB, Kak Saska membagi beberapa pengalamannya pada kami.  Salah satu pengalaman yang sedang ia jalani adalah ‘Riset Indie”. Riset Indie merupakan salah satu kelompok yang anggotanya dikumpulkan untuk melakukan suatu inovasi.

Kegiatan pertama yang telah dilaksanakan kakak dan teman-temannya dalam bidang kamera Polaroid. Namun sayangnya, program tersebut masih gagal. Dibalik kegagalan tersebut, beliau mencoba membuat animatronic. Animatronic merupakan robot yang discover dengan topeng dan make up. Animatronic yang dibuat olehnya dinamakan “Alinea” dan mendapat apresiasi yang baik dari orang-orang yang telah melihatnya.

Kegiatan super Kak Saska sekarang adalah “angkot day”, kegiatan tersebut akan dilaksanakan 20 September 2013 dan sesuai dengan namanya akan melibatkan angkot sebagai subjeknya. Angkot kalapa-dago akan dicarter dan angkot-angkot tersebut akan menggunakan sistem baru dalam mengangkut penumpang dan yang paling penting gratis. Hal tersebut sangat membuat decak kagum kami semua dan sebagai pesan terakhir Kak Saska mengajak kami untuk menjadi salah satu kegiatannya di masa yang akan datang. Beliau juga berharap mahasiswa ITB tidak segan-segan untuk berkoordinasi satu sama lain demi membentuk suatu inovasi bagi negara Indonesia.

By : Ariadne Prawita (16213004)- SF'13 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar