Sebelum acara seminar hari ini, unit-unit di ITB memperkenalkan secara singkat
mengenai kegiatannya kepada mahasiswa baru sebelum diselenggarakannya OHU pada
tanggal 1 September 2013. Unit-unit yang ada di ITB sendiri terbagi atas unit keagamaan, unit rumpun keilmuan, unit
pendidikan, unit seni dan budaya, media serta unit olahraga. Jumlah unit seluruhnya
sebesar 80 unit dan masih berjalan sampai sekarang.
Setiap unit memiliki keunggulan akan kegiatan dan dasar
organisasi yang berbeda. Dimulai dari unit keagamaan yang terbagi atas
agama-agama yang dianut masyrakat Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik,
Budha dan Hindu. Unit rumpun keilmuan berputar tentang kegiatan bidang keilmuan
seperti ilmu ekonomi, seni menulis suatu majalah, dll. Sedangkan unit rumpun
pendidikan mengajak mahasiswa yang berminat di bidang robotika, kesehatan,
student exchange, go green, dsb. Total unit yang bergerak di bawah rumpun
pendidikan sebanyak 13 unit. Unit pendidikan juga telah banyak menghasilkan
prestasi dengan mengikuti lomba-lomba skala nasional maupun internasional.
Kampus ITB juga menyediakan unit mngenai budaya dan
kesenian. ITB mendukung mahasiswa dalam
melestarikan budaya Indonesia dan dapat dilihat dengan adanya unit budaya lokal
sebanyak 19 buah dari 28 unit kebudayaan. Oleh karena itu, ITB merupakan salah satu
universitas yang memiliki unit kebudayaan Tanah Air terbanyak di seluruh
Indonesia. Selain budaya, unit media tersedia sebanyak 5 unit dan ITB memiliki
2 saluran radio yang bisa didengar dalam mengisi waktu bosan para mahasiswa
ITB.
Terakhir, unit terbanyak di ITB adalah unit dalam bidang
olahraga. ITB memiliki 25 unit cabang olahraga. Unit tersebut mencakup olahraga
yang tidak terlalu menghasilkan keringat seperti catur sampai olahraga yang
berasal dari Jepang seperti aikido. Sebagian besar unit olahraga ITB berpusat
di daerah SABUGA, berbeda dengan golongan unit lainnya yang bertempat di Sanken
ITB.
By : Ariadne Prawita (16213004)- SF'13
SEMINAR SESI 1
Pembicara : Menteri
Perdangangan RI, Bapak Gita Wirjawan
Salah satu hadiah yang diberikan oleh OSKM 2013 adalah
diadakannya seminar yang langsung disampaikan oleh Bapak Menteri Perdagangan
RI. Walau adanya keterlambatan waktu karena Beliau sibuk dan berangkat langsung
dari pertemuan dengan Pak Presiden, itu tidak menghalangi Beliau untuk tetap semangat
dalam mengisi seminar untuk maba 2013. Beliau menekankan adanya kemerdekaan
Indonesia dapat dipertahankan jika kita para mahasiswa memperjuangkannya. Mahasiswa ITB sebagai juara untuk masa depan
Indonesia. Beliau juga mengungkapkan
betapa besarnya peluang Indonesia untuk maju jika pertumbuhan ekonomi Indonesia
selalu naik setiap tahunnya walaupun hanya 6%. Beliau juga mengingatkan
pertumbuhan Indonesia akan benar-benar terasa jika adanya pemerataan pembangunan
dan juga pelestarian kearifan local Indonesia. Seperti yang kita ketahui,
pembangunan Tanah Air kita ini hanya berpusat pada daerah Jawa dan masih banyak
daerah di Indonesia yang masih mengalami penderitaan karena kurangnya prasarana
yang tidak terpenuhi.
Akhir kata Pak Gita selaku orang yang berperan penting dalam
membangun Indonesia berisikan tentang sebagai mahasiswa kita harus menjadi
produktif dan proaktif dan jadilah “Garuda” .
SEMINAR SESI 2
Pembicara : Wanadri
Dalam sesi singkat ini, kakak-kakak Wanadri mengingatkan
para mahasiswa untuk melestarikan dan mengeksplore kekayaan alam yang dimiliki
negara tercinta. Dimulai dari pengetahuan dasar yang harus kami ketahui tentang
negara Indonesia adalah negara bahari karena 70% perairan. Kekayaan hayati yang
beragam karena Indonesia berbatasan dengan banyak daerah. Jumlah pulau-pulau
Indonesia yang tercatat sekarang ternyata telah bertambah menjadi kurang lebih
17000 pulau. Kakak Wanadri juga menekankan banyaknya daerah Indonesia yang
masih belum terjemah oleh tangan manusia. Banyaknya kebudayaan yang telah
tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pesan terakhir mereka pada kami sebagai
mahasiswa adalah harusnya ada “Trend Budaya Baru” yang harus didukung dengan kesadaran diri,
kesadaran akan lingkkungan dan kesadaran akan tujuan yang akan kita raih.
SEMINAR SESI 3
Pembicara : Ibu Tri
Sesi ketiga diisi oleh salah satu wanita yang sangat peduli
akan rakyat Indonesia yang masih belum merasakan fasilitas listrik. Beliau telah
membangun 60 daerah agar daerah tersebut memiliki pasokan listrik. Beliau juga
menekankan dalam bertindak manusia haruslah memiliki logika dan empati sebagai simbol
dari pengetahuan dan perasaan manusia. Banyaknya masyarakat yang memiliki
intelektual rendah disebabkan masalah ekonomi. Beliau membagi beberapa foto
dengan anak-anak kampong yang masih berusaha keras dalam belajar karena
ketidakadaan pasokan listrik . beliau mengambil foto-foto tersebut saat sedang
bekerja di daerah itu dan beliau sangat prihatin akan nasibnya pendidikan
generasi muda Indonesia.
‘Setiap orang adalah unik’, papar Bu Tri dengan tegas dan
jelas. Beliau mengharapkan adanya tindakan ke depan kami setelah lulus dalam
membantu memajukan negara Indonesia walau dengan cara yang berbeda-beda.
SEMINAR SESI 4
Pembicara : Kak Saska
Sebagai salah satu alumi ITB, Kak Saska membagi beberapa
pengalamannya pada kami. Salah satu
pengalaman yang sedang ia jalani adalah ‘Riset Indie”. Riset Indie merupakan
salah satu kelompok yang anggotanya dikumpulkan untuk melakukan suatu inovasi.
Kegiatan
pertama yang telah dilaksanakan kakak dan teman-temannya dalam bidang kamera Polaroid.
Namun sayangnya, program tersebut masih gagal. Dibalik kegagalan tersebut,
beliau mencoba membuat animatronic. Animatronic merupakan robot yang discover dengan
topeng dan make up. Animatronic yang dibuat olehnya dinamakan “Alinea” dan
mendapat apresiasi yang baik dari orang-orang yang telah melihatnya.
Kegiatan super
Kak Saska sekarang adalah “angkot day”, kegiatan tersebut akan dilaksanakan 20
September 2013 dan sesuai dengan namanya akan melibatkan angkot sebagai
subjeknya. Angkot kalapa-dago akan dicarter dan angkot-angkot tersebut akan
menggunakan sistem baru dalam mengangkut penumpang dan yang paling penting
gratis. Hal tersebut sangat membuat decak kagum kami semua dan sebagai pesan
terakhir Kak Saska mengajak kami untuk menjadi salah satu kegiatannya di masa
yang akan datang. Beliau juga berharap mahasiswa ITB tidak segan-segan untuk
berkoordinasi satu sama lain demi membentuk suatu inovasi bagi negara
Indonesia.
By : Ariadne Prawita (16213004)- SF'13

Tidak ada komentar:
Posting Komentar