Pabrik-pabrik besar di negara mana pun di dunia, umumnya terletak jauh dari kawasan pemukiman manusia. Hal itu dikarenakan sangat berbahayanya limbah-limbah pabrik, mulai dari yang berbentuk gas, cair, maupun padat, yang dihasilkan. Bila limbah-limbah tersebut dibuang begitu saja ke lautan atau sungai, yang merupakan tempat hidup makhluk hidup, dampaknya akan merugikan segala aspek kehidupan. Tidak hanya lingkungan dan kelestarian ekosistem laut yang akan terancam, tetapi manusia pun juga akan terkena pengaruhnya.
Zat-zat berbahaya yang terdapat dalam limbah akan
masuk ke dalam peredaran darah dan daging ikan-ikan di laut, seperti yang terjadi
di beberapa daerah di Indonesia. Contohnya, umumnya kerang-kerang dan ikan-ikan
yang hidup di perairan Jakarta, Semarang, dan Surabaya mempunyai kandungan
timbal yang sangat tinggi, akibat limbah cair yang dibuang oleh industri atau
pabrik-pabrik di sana. Bila ikan-ikan tersebut dikonsumsi manusia, tentu akan
memicu serangkaian penyakit berbahaya. Salah satunya adalah kanker. Kanker
merupakan penyakit yang pada zaman ini masih sangat sulit untuk diobati. Sangat
tidak jarang kanker berujung pada
kematian.
Hal ini akan sangat merugikan bagi para penduduk
dan nelayan di sekitar laut tersebut. Karena ikan-ikan teracuni dan tidak lagi
layak dimakan, penduduk akan kehilangan dan kekurangan sumber makanan
sehari-harinya. Nelayan akan kehilangan mata pencahariannya. Masalah lain yang
akan timbul adalah ketika para nelayan masih nekat menjual ikan-ikan tersebut
ke masyarakat sehingga penyakit-penyakit berbahaya pun muncul. Karena itu, kita
mesti mencari cara untuk menanggulangi masalah limbah pabrik ini.
Solusi:
- Kuadran 3
Teknologi
- Membuat sebuah sistem yang dapat menyaring limbah sehingga menjadi tidak berbahaya.
Legal
- Memperketat regulasi yang sudah ada tentang pelarangan membuang limbah pabrik ke lautan.
- Mengawasi jalannya regulasi tersebut sehingga tidak ada industri-industri yang dapat secara diam-diam membuang limbahnya ke lautan, terutama dalam skala yang besar. Sanksi berat pun mesti diberikan bila ada industri yang melanggar regulasi tersebut.
Sosial
- Bila laut sudah terlanjur tercemar, masyarakat diimbau agar lebih selektif dalam memilih makanan dari laut. Selain itu, nelayan juga mesti disosialisasi agar dapat bisa melihat ciri-ciri makhluk laut yang layak dan tidak layak dikonsumsi.
2. Kuadran 4
Teknologi & Ekonomi
- Menemukan dan mengembangkan
suatu zat yang dinamakan “Cairan X” yang dapat direaksikan secara kimia
dengan limbah tersebut, sehingga limbah justru akan menjadi bermanfaat
bagi ekosistem laut. Ikan dan makhluk-makhluk laut lainnya pun menjadi
bernutrisi tinggi sehingga aman untuk dimakan. Dengan meningkatnya
kualitas ikan-ikan tersebut, nilai jual pun meningkat sehingga nelayan
mempunyai penghasilan yang lebih besar dari sebelumnya dan dapat
meningkatkan kualitas hidup mereka.
Politik
- Membangun sebuah badan
pengawasan limbah pabrik dari pemerintah (tanpa campur tangan pihak
industri) di masing-masing industri sehingga pengawasan dapat dilakukan
secara rutin dan efektif.
Teknologi
- Merekayasa gen sebuah tanaman
dalam laut, seperti rumput laut atau tanaman bakau, sehingga tanaman
tersebut dapat menetralisir racun-racun yang ada di limbah sehingga
menjadi tidak berbahaya. Lalu memperbanyak tanaman tersebut di
lokasi-lokasi laut yang banyak tercemar.
Sistem Imajinatif
Sebuah zat cair, yang disebut Cairan X, ditampung
dalam skala besar di dalam sebuah wadah semacam tangki. Cairan X ini dapat
bereaksi secara kimia dengan limbah pabrik sehingga menghasilkan cairan baru
yang bermanfaat bagi ekosistem laut, terutama bagi ikan-ikan di sana. Bila
cairan baru itu masuk ke dalam tubuh ikan, ia akan memberikan nutrisi pada ikan
tersebut, sehingga ikan-ikan di lautan yang diberi campuran cairan baru ini
menjadi konsumsi yang tidak hanya layak dimakan, tetapi juga menyehatkan dan
menjadi sumber nutrisi utama bagi manusia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar